Berburu “Grujug Sewu” di Festival Pituturan Kendal Curug Sewu

Mengusung tema “Grujug Sewu”, Festival Pituturan Kendal putaran kedua yang dipusatkan di DTW Curug Sewu benar-benar menjadi magnet publik. Masyarakat ramai-ramai mendatangi panggung utama di Lapangan Parkir Baru destinasi wisata air terjun ini.
Masyarakat antusias menyaksikan pertunjukan kethoprak di panggung Festival Pituturan Kendal. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

REPORTER/EDITOR: Dwi NR | KENDAL | obyektif.id

SEBAGAI kabupaten dengan wilayah yang luas,Kendal memiliki banyak public space atau ruang publik yang bisa dimanfaatkan untuk berkesenian, berkebudayaan, dan berkreativitas.

Festival Pituturan Kendal putaran kedua yang dipusatkan di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Curug Sewu, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu-Ahad (6-7/7/2024), merupakan salah satu wujud pemanfaatan ruang publik untuk berkreativitas.

Aksi memikat Kesenian Kuda Lumping dari Curug Sewu. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) sekaligus Sekretaris Festival Pituturan Kendal M Lukluk Atsmara Anjaina mengungkapkan, Festival Pituturan Kendal merupakan ikhtiar dalam memanfaatkan public space yang ada di Kabupaten Kendal.  

Dengan demikian, persoalan minimnya ruang berkesenian yang selama ini digelisahkan para seniman di Kendal jangan dijadikan alasan untuk berhenti berkreasi.

Para pengiring pertunjukan Kesenian Kuda Lumping dari Curug Sewu. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

“Kegiatan yang kami lakukan hari ini, merupakan ikhtiar dalam memanfaatkan ruang-ruang publik yang ada sebagai ruang aktivasi berkebudayaan, berkesenian, dan berkreativitas. Sehingga, ke depan, kita tidak gelisah akan minimnya ruang berkesenian di Kabupaten Kendal, karena kita bisa memanfaatkan ruang-ruang publik yang ada,” terangnya.

Lukluk menambahkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengangkat potensi-potensi budaya di sekitar lokasi aktivasi kegiatan.

Kepala Pengelola DTW Curug Sewu Aryo Widiyanto saat menjadi narasumber Diskusi Budaya: Riwayat Air Terjun Curug Sewu. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

“Titik-titik yang kami hinggapi ini, telah kami riset dan memiliki identitas yang kuat terkait kebudayaan lokal maupun ruang publik yang ikonik sebagai ruang aktivasi kebudayaan,” tuturnya.

Mengusung tema “Grujug Sewu”, Festival Pituturan Kendal putaran kedua yang dipusatkan di DTW Curug Sewu benar-benar menjadi magnet publik. Masyarakat ramai-ramai mendatangi panggung utama di Lapangan Parkir Baru destinasi wisata air terjun ini.

Penampilan menawan Kethoprak Argo Budoyo Curug Sewu yang memainkan lakon “Sirna Ilang Kertaning Kawula”. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Di Festival Pituturan Kendal putaran kedua ini, ditampilkan Kesenian Kuda Lumping dari Curug Sewu, Tari Gambyong dari Kampoeng Djowo Kecamatan Patean, dan Kethoprak Argo Budoyo Curug Sewu dengan lakon Sirna Ilang Kertaning Kawula

Sebelum pementasan kethoprak, di panggung utama dihelat Diskusi Budaya: Riwayat Air Terjun Curug Sewu dengan narasumber Aryo Widiyanto (Kepala Pengelola DTW Curug Sewu) dan Paulus Nugraha Jati (Pengelola DTW Curug Sewu). Keduanya menyampaikan riwayat dan temuan-temuan literatur seputar Curug Sewu di masa lalu. 

Workshop Kreatif: Dolanan Anak berlangsung menyenangkan. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Kepala Pengelola DTW Curug Sewu Aryo Widiyanto menyambut baik dilaksanakannya kegiatan Festival Pituturan Kendal. 

“Selain menjadi hiburan untuk masyarakat Curug Sewu dan sekitarnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sumber edukasi bagi masyarakat mengenai Curug Sewu melalui pergelaran budaya,” ujarnya.

Kegembiraan sejumlah peserta Workshop Kreatif” Dolanan Anak saat memainkan perahu dari gedebok pisang di sungai kecil. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Workshop Kreatif: Dolanan Anak dengan narasumber Choeru Somad (Founder Soulart-Wood Pallet Project) membuka kegiatan hari kedua, Ahad (7/7/2024). Kegiatan diikuti oleh anak-anak setingkat SD/MI dari sekitar Curug Sewu. 

Anak-anak diajak membuat alat permainan sontokan bambu dan perahu dari gedebok pisang. Kegiatan ini selain memanfaatkan barang-barang yang dinilai tidak memiliki manfaat ekonomis, juga sebagai sarana mengenalkan permainan tradisional kepada generasi saat ini. 

Kebersamaan dan kekompakan seluruh awak penyelenggara Festival Pituturan Kendal putaran kedua di DTW Curug Sewu, Kecamatan Patean, // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Sembari sibuk mengarahkan para peserta, Choeru Somad dengan sabar menyampaikan pentingnya kreativitas dalam membuat permainan tradisional, karena perlu kreativitas dalam memanfaatkan barang-barang di sekitar kita untuk bermain. 

“Kita bisa bermain dan belajar dari semua yang ada di sekitar kita, di lingkungan kita tanpa harus membeli, kita bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan kita,” ujarnya ketika memberikan materi kepada peserta. 

Festival Pituturan Kendal putaran kedua dipungkasi dengan kegiatan Walking Tour “Grujug Sewu” yang diikuti 25 peserta dari berbagai daerah. Mereka diajak menjelajah mengenali situs-situs peninggalan yang terdapat di sekitar kawasan DTW Curug Sewu. 

Ketua Festival Pituturan Kendal M Yusril Mirza menjelaskan, sedari mula Festival Pituturan Kendal ingin mengangkat potensi warisan budaya di setiap titik lokasi melalui berbagai kegiatan budaya, seperti pergelaran seni, diskusi, dan workshop.

“Tema-tema yang kami munculkan di setiap lokasi tidak hanya demi menampilkan kegiatan yang beragam, melainkan juga untuk memunculkan kekayaan budaya di Kabupaten Kendal,” bebernya. 

Festival Pituturan Kendal merupakan kegiatan festival kebudayaan dengan konsep kerakyatan, yang diinisiasi tiga komunitas seni budaya yang ada di Kendal, yakni Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK), Kendal Heritage, dan Kaumloka Film.

Rangkaian Festival Pituturan Kendal digelar selama tujuh pekan di tujuh kecamatan di Kabupaten Kendal, mulai akhir Juni hingga Agustus 2024.

Kecamatan Limbangan menjadi lokasi pertama digelarnya Festival Pituturan Kendal, Sabtu-Ahad (29-30/6/2024) lalu. Kegiatan di DTW Curug Sewu, Kecamatan Patean, Sabtu-Ahad (6-7/7/2024) ini merupakan gelaran kedua.

Selanjutnya, pelaksanaan Festival Pituturan Kendal bergulir di Sanggar Rejo, Kecamatan Pageruyung (13-14 Juli 2024) dan di Situs Candi Bototumpang, Kecamatan Rowosari (20-21 Juli 2024). 

Kemudian di Rumah Limasan Mbah Wali Hadi, Kecamatan Kendal (29-30 Juli 2024); di Gapura Pungkuran, Kecamatan Kaliwungu (3-4 Agustus 2024); dan terakhir di Bangunan Cagar Budaya Eks Kawedanan Boja pada 10-11 Agustus 2024.*** 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *