Melalui Inovasi Olahan Sagu, Tim PKM-PM Osabe UNP Berdayakan PKK Desa Matobe

Antusiasme para anggota PKK sangat tinggi. Mereka terlihat bersemangat mengikuti setiap langkah pelatihan dan ingin mencoba berbagai resep olahan sagu yang diajarkan.
Tim PKM-PM Osabe UNP saat audiensi dengan Perangkat Desa dan Pengurus PKK Desa Matobe dalam kaitan pemberdayaan melalui pelatihan inovasi olahan sagu.

REPORTER: Amartasya Vista | EDITOR: Dwi Roma | KEPULAUAN MENTAWAI | obyektif.id

TIM Pengabdian Kepada Masyarakat-Program Mahasiswa Olahan Sagu Matobe (PKM-PM Osabe) Universitas Negeri Padang (UNP) memberdayakan Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, melalui pelatihan inovasi olahan sagu.

Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari sagu, yang merupakan makanan pokok masyarakat setempat.

Perwakilan Tim PKM-PM Osabe UNP bersama sejumlah pengurus PKK Desa Matobe.

Selama 28 hari, sejak 29 Mei hingga 5 Juli 2024, setiap pekan saban Jumat-Sabtu-Ahad, para anggota PKK Desa Matobe mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru tentang cara mengolah sagu menjadi berbagai produk inovatif dan bernilai ekonomi tinggi.

Para anggota Tim PKM-PM Osabe dengan sabar membimbing mereka mulai dari pengenalan jenis-jenis sagu yang berkualitas, teknik pengolahan sagu yang tepat, hingga tips-tips kreatif untuk membuat berbagai produk olahan sagu.

Antusiasme para anggota PKK sangat tinggi. Mereka terlihat bersemangat mengikuti setiap langkah pelatihan dan ingin mencoba berbagai resep olahan sagu yang diajarkan.

“Kami sangat senang mengikuti pelatihan ini. Banyak sekali ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapatkan tentang sagu,” ungkap Tina, salah satu peserta pelatihan.

Pelatihan diharapkan dapat membuka peluang baru bagi para anggota Kelompok PKK Desa Matobe untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.

Juwarti, peserta pelatihan yang lain berharap, dengan ilmu dan pengetahuan baru yang mereka peroleh, mereka dapat memproduksi olahan sagu yang berkualitas dan diminati masyarakat.

“Kami ingin produk olahan sagu kami dapat dipasarkan ke luar Desa Matobe dan meningkatkan pendapatan keluarga kami,” harapnya.

Ketua Tim PKM PM Osabe Aji Sulaksana berharap, pelatihan ini dapat membantu masyarakat Desa Matobe untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup mereka  dan keluarganya.

“Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkarya, demi kemajuan bangsa dan pelestarian kekayaan budaya Indonesia,” ujar Aji Sulaksana.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *