Kolaborasi Cegah Perundungan di Sekolah

Sosialisasi anti-perundungan merupakan salah satu upaya solutif untuk meminimalisasi dan menghentikan berbagai tindakan bullying maupun kekerasan di kalangan pelajar, untuk menciptakan Sekolah Ramah Anak (SRA).
Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal Ferinando Rad Bonay saat menyampaikan sambutan pembuka di acara “Sosialisasi Anti-Perundungan menuju Sekolah Ramah Anak sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun 2023. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

REPORTER/EDITOR: Dwi NR | KENDAL | obyektif.id

AKSI bullying atau perundungan hingga tawuran yang belakangan marak terjadi di kalangan pelajar dan lingkungan sekolah, dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Berbagai aksi kekerasan, yang juga kerap dipicu oleh kekurangbijakan dalam bermedia sosial seperti ini, tidak boleh semakin berkembang dan harus segera dihentikan.

Peserta “Sosialisasi Anti-Perundungan menuju Sekolah Ramah Anak sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun 2023” menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal Ferinando Rad Bonay menegaskan hal itu saat menyampaikan sambutan di acara “Sosialisasi Anti-Perundungan menuju Sekolah Ramah Anak sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun 2023” gelaran Disdikbud Kabupaten Kendal di SMP GenRus Nusantara Boarding School (GNBS), Jalan Letnan Suyono Nomor 1, Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten  Kendal, Jawa Tengah, Kamis (16/11/2023) pagi.

Diikuti para kepala sekolah serta komite sekolah, negeri maupun swasta di wilayah Kecamatan Brangsong dan Kaliwungu, kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kendal Erny Veronica Maramba, Ketua DPRD Kabupaten Kendal Muhammad Makmud, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kendal Akhmad Suyuti, dan Pembina SMP-SMA GNBS Khotimul Husen selaku tuan rumah.

Suasana gelaran “Sosialisasi Anti-Perundungan menuju Sekolah Ramah Anak sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun 2023. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal Ferinando Rad Bonay menjelaskan, sosialisasi anti-perundungan merupakan salah satu upaya solutif untuk meminimalisasi dan menghentikan berbagai tindakan bullying maupun kekerasan di kalangan pelajar, untuk menciptakan Sekolah Ramah Anak (SRA).

Karena belum ada pengalokasian anggaran khusus untuk kegiatan anti-perundungan, lebih jauh Ferinando mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan di Kendal, untuk mempersiapkan tiga langkah antisipatif agar berbagai aksi kekerasan di lingkungan pendidikan tidak terus berkembang.

Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal Ferinando Rad Bonay. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

“Pertama, menyediakan atau memasang kamera pengawas atau CCTV di lokasi-lokasi strategis di lingkungan sekolah. Kedua, menciptakan ekstrakurikuler atau kegiatan-kegiatan positif bagi peserta didik,” kata Ferinando.

Terakhir, Ferinando mengajak seluruh pihak, terutama orang tua wali siswa untuk bersama-sama menguatkan gerakan anti-perundungan.

Sejumlah narasumber memaparkan materi “Sosialisasi Anti-Perundungan menuju Sekolah Ramah Anak sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun 2023. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Sementara Kajari Kabupaten Kendal Erny Veronica Maramba mengatakan, Kejaksaan akan mendukung penuh upaya Disdikbud dalam pencegahan aksi bullying di sekolah.

Wujud dukungan itu, Kejaksaan selama ini juga telah dan akan selalu menggelar kegiatan penyuluhan hukum kepada peserta didik terkait perundungan. Sebab, di lingkungan pendidikan, pencegahan perundungan menjadi tanggung jawab sekolah dan komite sekolah.

Kepala Kejaksanaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kendal Erny Veronica Maramba. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Untuk itu, dalam sosialisasi kali ini, Erny juga memaparkan tentang pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang transparan dan akuntabel.

“Jika itu dimulai, dengan adanya role model di sekolah, maka peserta didik tidak akan melakukan perundungan yang menjadi keprihatinan bersama,” tutur Erny.

Seorang peserta antusias menanyakan seputar pengelolaan BOS dalam kaitan penanganan perundungan di lingkungan sekolah. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Kendal Muhammad Makmun mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal untuk memastikan sekolah-sekolah yang ada benar-benar kondusif dan bebas dari perundungan.

“Pihak sekolah juga harus memberikan pemahaman dan menekankan kepada peserta didik, agar mereka tidak melakukan perundungan,” tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Kendal Muhammad Makmun. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Makmun menilai, saat ini perundungan bisa terjadi secara fisik-nonfisik, verbal-nonverbal. Bahkan, perundungan juga telah merambah atau bisa melalui berbagai platform media sosial.

Sejalan dengan tiga narasumber, Pembina SMP-SMA GNBS Khotimul Husen yang juga seorang psikolog mengungkapkan, kegiatan anti-perundungan dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti Antibullying Day, penandatanganan deklarasi anti-perundungan, studi kasus, hingga menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru.

Pembina SMP-SMA GenRus Nusantara Boarding School (GNBS) Khotimul Husen. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Husen berharap, semua warga sekolah, termasuk yayasan, pembina, kepala sekolah, guru, dan staf harus mendukung program ini agar sukses.

Dengan adanya upaya konkret seperti sosialisasi ini, diharapkan lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak-anak.

Gedung SMP-SMA GenRus Nusantara Boarding School (GNBS) tempat gelaran “Sosialisasi Anti-Perundungan menuju Sekolah Ramah Anak sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun 2023. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Husen menegaskan, melalui kolaborasi seluruh pihak terkait, SMP GenRus Nusantara Boarding School berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak dan menyelamatkan generasi muda dari dampak negatif perundungan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *