Akhirnya, PSIS Gilas Barito Putera 2-1

PSIS Semarang menerapkan permainan menyerang dari kedua sisi. Sedangkan Barito Putera meladeni dengan memainkan sepakbola bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik.

Riyan coba mengadang pergerakan dua pemain Barito Putera.

REPORTER: Herry Santoso | EDITOR: Dwi Roma | SEMARANG | obyektif.id

PSIS Semarang akhirnya disambangi Dewi Fortuna. Laskar Mahesa Jenar berhasil mengantongi 3 poin pertama dalam lanjutan BRI Liga 1 2022/2023, setelah menumbangkan tamunya, Barito Putera dengan skor 2-1 di laga kandang Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (6/8/2022).

Barito Putera sempat unggul di menit 16 oleh Rafael Silva, kemudian dibalas Jonathan di menit 28 melalui titik 12 pas dan Wawan Febrianto di menit 31.

Jonathan Cantillana merayakan golnya yang dicetak melalui titik penalti Barito Putera.

Tidak terlalu menarik, pertandingan berlangsung dengan tempo sangat lambat. PSIS Semarang menerapkan permainan menyerang dari kedua sisi. Sedangkan Barito Putera meladeni dengan memainkan sepakbola bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik.

Lima belas menit pertama cukup membuat Laskar Mahesa Jenar kesulitan membongkar lini pertahanan Laskar Antasari.

Karena terlalu asyik menyerang, PSIS Semarang justru kebobolan lebih dulu pada menit 16, lewa sundulan Rafael Silva yang memanfaatkan umpan Rizky Pora di sisi kanan pertahanan Mahesa Jenar. Skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Barito Putera.

Tertinggal 0-1 membuat lini depan Mahesa Jenar memainkan bola pendek, dengan proses pergerakan transisi para pemainnya. Sentuhan satu dua mulai dimainkan.

Puncaknya pada menit 28, Jonathan Cantillana sukses mengeksekusi penalti, akibat Marukawa dijatuhkan oleh salah satu bek Barito Putera. Skor pun berubah menjadi 1-1.

PSIS mampu menggandakan keunggulan di menit 31 melalui Wawan Febrianto, memanfaatkan umpan Fredi melalui backheader-nya. Skor kembali berubah menjadi 2-1 hingga babak pertama usai.

Permainan tempo lambat kembali terulang di babak kedua. Laskar Mahesa Jenar bermain “aman” untuk mengamankan keunggulan sampai pertandingan bubar, sedangkan Laskar Antasari juga memilih bermain hati-hati dalam melakukan serangan.

Imbasnya, pada menit 86, berawal dari serangan balik cepat Andreas Ado –yang di pertandingan ini mampu menggantikan peran Fortes dengan baik– menyisir dari sisi kiri serangan, kemudian menusuk ke kotak penalti lawan dan memaksa bek Laskar Antasari melakukan pelanggaran.

Sayang, Marukawa yang ditunjuk menjadi algojo penalti gagal menuntaskan dengan mulus. Tendangannya mampu diblok Joko Ribowo. Skor tetap bertahan, 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan.

“Kemenangan ini sangat berarti bagi tim PSIS, untuk menatap setiap pertandingan berikutnya,” ujar Pelatih Sergio Alexandre saat jumpa pers usai pertandingan.

Meski menang, Sergio langsung fokus untuk membenahi kesalahan saat melawan Arema FC Malang maupun RANS Nusantara FC, karena kebobolan dari set piece serta crossing dari samping.

Di kubu Barito Putera, Pelatih Dejan Antonic mengaku kecewa atas kepemimpinan wasit Mustofa Umarella.

“Untuk penalti kedua saya  terima. Tapi untuk penalti pertama, saya sangat kecewa dengan keputusan itu. Saya marah sekali, bukan karena kami kalah. Selamat untuk PSIS atas kemenangan ini,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *