Laga Perdana, PSIS-RANS Nusantara Berbagi Angka

Gol PSIS dicetak oleh legiun asingnya, Taisei Marukawa lewat titik 12 pas, pada menit 74. Di kubu RANS, pada menit 85, Makan Konate mencetakkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan Edo Febriansyah dari sisi kiri pertahanan Mahesa Jenar.
Duel antara Dewangga dan Makan Konate dalam laga perdana BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Jatidiri Semarang,

REPORTER: Herry Santoso | EDITOR: Dwi Roma | SEMARANG | obyektif.id

PSIS Semarang gagal memanfaatkan status sebagai tuan rumah di laga perdana BRI Liga 1 2022/2023. Di pertandingan melawan tim promosi RANS Nusantara FC di Stadion Jatidiri, Sabtu (23/7/2022) sore, Laskar Mahesa Jenar harus puas berbagi angka 1-1.

Gol PSIS dicetak oleh legiun asingnya, Taisei Marukawa lewat titik 12 pas, pada menit 74.

Keunggulan itu hanya sementara, karena di menit 85, Makan Konate mencetakkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan Edo Febriansyah dari sisi kiri pertahanan Mahesa Jenar.

Para pemain dan ofisial RANS Nusantara FC melakukan protes kepada wasit atas penalti yang diberikan kepada PSIS Semarang.

Pertandingan berlangsung alot. Bermain dengan skema yang sama, PSIS Semarang mulai menggebrak sejak menit pertama. Bahkan di menit ke 5, Fredyan Wahyu melakukan akselerasi melewati bek kiri RANS dan memberikan umpan lambung kepada Hary Nur. Tapi sayang, diving header-nya mampu ditepis kiper Hilman Syah.

Beberapa menit kemudian, PSIS Semarang kembali mendapatkan peluang melalui Rahmad Hidayat, yang kali ini bermain sejak menit pertama selepas cedera di turnamen pramusim kemarin. Pergerakannya yang terbebas di sayap kiri dan tinggal berhadapan dengan Hilman Syah. Tapi, lagi-lagi bola tanggung yang dikirim dapat diintersep oleh sang penjaga gawang.

RANS tidak tinggal diam. Di menit 35, tembakan mendatar Mitsuru Maruoka mampu ditepis Redondo. Kemudian bola liar tersebut dimanfaatkan oleh Alfin Tuasalamony dan tendangannya hanya membentur mistar gawang.

Babak kedua, PSIS mengubah strategi dengan memasukkan Oktafianus menggantikan Jonathan Cantillana dan Wawan Febriyanto menggeser Rahmad Hidayat. Perubahan ini menjadikan Mahesa Jenar kembali memiliki variasi serangan yang tertata.

Bahkan pada menit ke 57, Hary Nur yang berposisi false nine mampu menarik pergerakan bek RANS untuk naik, kemudian menyodorkan umpan kepada Oktafianus yang kosong di sisi kiri lini serang PSIS. Sekali kontrol, tendangan Oktafianus hanya melenceng tipis di tepi mistar lawan dan hanya menghasilkan tendangan gawang.

Pada menit ke 60, Mahesa Jenar sempat mendapat gol offside saat Alfeandra Dewangga menyundul masuk tendangan bebas Frendi Saputra. Setelah itu, RANS mulai berinisatif menyerang dan sempat membuat lini pertahanan PSIS Semarang kocar-kacir.

Gol akhirnya tercipta pada menit ke 75. PSIS Semarang mendapat hadiah penalti setelah Oktafianus yang sedang membawa bola dijatuhkan David Laly di kotak terlarang. Wasit kemudian menunjuk titik putih.

Keputusan tersebut melahirkan protes dari kubu RANS Nusantara, karena Oktafianus sudah menjatuhkan diri sebelum disentuh. Bahkan ofisial RANS Nusantara sampai mengerumuni wasit untuk melakukan protes. Namun, pengadil lapangan tetap bersikukuh pada keputusannya.

Taisei Marukawa yang jadi eksekutor penalti sukses menceploskan bola ke gawang RANS Nusantara. 1-0 untuk PSIS Semarang.

Keunggulan ini pun akhirnya sirna. RANS yang ketinggalan satu gol mulai melakukan serangan di sisi kiri pertahanan Mahesa Jenar, hingga akhirnya Edo Febriansyah mampu menusuk sampai ke dalam, kemudian memberikan umpan lambung kepada Makan Konate. Dengan kaki kanannya, bola dicocor masuk ke dalam gawang dan gol. Skor pun berubah menjadi 1-1, yang bertahan hingga pertandingan tuntas.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Pelatih PSIS Sergio Alexandre mengakui bahwa ini adalah pertandingan sulit dan berat.

“Beberapa pemain sempat kehilangan fokus dan beberapa pemain juga belum bisa menguasai bola sepenuhnya,” ungkapnya.

Meski tidak terlihat panik, Sergio Alexandre tetap tak mampu menyembunyikan kekecewaannya, karena gagal memberikan kemenangan bagi tim. Apalagi, para pemain juga sering melakukan beberapa kesalahan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *