Resmikan Pesonas 2022, Ganjar: Jawara Jangan Jumawa

Pada 2045, Indonesia ditargetkan masuk lima besar peringkat dunia. Ini bentuk keseriusan dan dukungan dari Presiden Joko Widodo menyetarakan apresiasi atlet difabel dengan nondifabel.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan sambutan di peresmian Pesonas 2022. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

REPORTER: Omegantoro | EDITOR: Dwi Roma | SEMARANG | obyektif.id

GUBERNUR Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali membuka secara resmi Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) 2022 di Holy Stadium, Kota Semarang, Senin (4/7/2022). Sebanyak 1.118 atlet dari 21 provinsi mengikuti kejuaraan olahraga penyandang disabilitas ini.

Gubernur Ganjar Pranowo berpesan, para atlet yang ikut bertanding bisa berkompetisi secara sportif dan menjunjung tinggi rasa persaudaraan.

Menpora Zainudin Amali hadir dan memberikan dukungan langsung kepada para atlet difabel di peresmian Pesonas 2022. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

“Terima kasih untuk semua yang telah hadir. Saya berharap betul besok bertandingnya sportif. Yang kalah tidak boleh menangis, yang menang tidak boleh jumawa, karena kita bersaudara. Setuju?” kata Ganjar.

Didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen, Ganjar menceritakan pengalamannya menyaksikan aksi atlet disabilitas Indonesia berkompetisi di Dubai.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melambaikan tangan dan memberi semangat kepada para atlet difabel peserta Pesonas 2022. // KLIK gambar untuk nonton VIDEO-nya!

Dengan slogan “Aku Bintangnya” yang menjadi motto Pesonas 2022 sebanding dengan kemampuan atlet-atlet disabilitas Indonesia di kancah internasional.

“Anak-anak ini top, luar biasa. Dari yang ikut (Pesonas) ini, ternyata banyak yang pernah dapat emas. Kalau kita katakan mereka bintangnya, itu benar adanya. Bagi saya dan siapa pun yang tidak pernah dapat emas atau mengikuti pertandingan olahraga di luar negeri, hari ini kita akan belajar dari mereka yang penuh sportivitas, integritas, dan semangat,” ujarnya. 

Menpora Zainudin Amali mengapresiasi Jateng yang menjadi tuan rumah acara ini. Terlebih setelah ini Jateng juga akan menjadi tuan rumah ASEAN Paragames.

Dia mengaku bangga pada Pemprov Jateng yang memiliki perhatian besar kepada atlet dan perkembangan olahraga disabilitas. 

“Nanti akhir bulan sampai 11 Agustus, Jateng juga akan jadi tuan rumah ASEAN Paragames. Ini patut kita apresiasi dan banggakan. Terima kasih kepada Pak Ganjar sebagai gubernur yang telah menyiapkan. Saya sempat berpikir, seandainya pemda di seluruh Indonesia punya perhatian yang sama, maka akan membangkitkan dan menumbuhkan ajang paralympic kita,” ujarnya. 

Menpora menjelaskan, penyelenggaraan Pesonas sangat sejalan dengan program pemerintah pusat untuk mendukung dan mendorong prestasi kalangan atlet, baik yang difabel ataupun nondifabel. 

“Kami menargetkan pada tahun 2045, Indonesia masuk lima besar peringkat dunia. Baik untuk atlet difabel maupun nondifabel. Ini bentuk keseriusan dan dukungan dari Presiden Joko Widodo menyetarakan apresiasi atlet difabel dengan nondifabel,” ungkapnya. 

Ketua Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (Soina) Warsito Ellwein menerangkan, terdapat 12 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Pesonas, meliputi renang, bulutangkis, bola tangan, bolabasket, senam ritmik, tenismeja, sepakbola, futsal, boccee, bolavoli, atletik, dan tari olahraga. 

Tercatat 1.118 atlet dan 606 pendamping atau ofisial yang terlibat di ajang yang berlangsung 3-8 Juli 2022 ini. Ada pula kegiatan nonkompetisi seperti healty athlete, congress familyneuroscience, dan seni budaya. 

“Kami menyebut mereka anak bertalenta khusus, bukan lagi disabilitas intelektual. Kita ingin agar anak-anak ini diberi ruang yang aman, nyaman, guyub dan rukun, serta bahagia, agar mereka bisa berkarya mengembangkan potensi dan berguna bagi diri sendiri, masyarakat, serta negara,” tandas Warsito.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *