Pemdes Krajankulon selalu berupaya maksimal dalam melaksanakan dan merealisasikan setiap usulan warga. Apa yang bisa ditangani oleh pemdes, dipastikan bisa segera diwujudkan, kecuali hal itu merupakan kewenangan pemkab atau pemprov.

REPORTER/EDITOR: Dwi Roma | KENDAL | obyektif.id
PEMERINTAH Desa (Pemdes) Krajankulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah membahas sedikitnya 22 perencanaan atau usulan prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2022 di aula balai desa setempat, Rabu (19/1/2022) malam.
Musrenbangdes digelar berdasarkan surat Camat Kaliwungu Nomor 050/035/1/2022 tanggal 12 Januari 2022 tentang Pelaksanaan Musrenbangdes Tahun 2022.

Selain Kepala Desa (Kades) Krajankulon Abdul Latif, Sekretaris Desa (Sekdes) Zulia Emaristi, Kaur Perencanaan Desa Muhammad, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Musrenbangdes yang diikuti seluruh Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Ketua RW se-Desa Krajankulon ini juga dihadiri Camat Kaliwungu Nung Tubeno.
Bhabinkamtibmas Rupi’i dan Babinsa Akhadi turut hadir mengawal pelaksanaan Musrenbangdes.

Sebanyak 22 perencanaan atau usulan prioritas itu, di antaranya adalah pengerasan atau rabat beton jalan di wilayah Rukun Warga (RW) 12 dan RW 13; normalisasi saluran irigasi di seputar Sungai Susun, Kampung Saribaru; dan normalisasi Kali Aji.
Usulan yang lain adalah pembangunan senderan atau talut di Kampung Citran, pembangunan gapura Desa Krajankulon, serta renovasi atau bedah rumah tidak layak huni (RTLH) yang menyasar sedikitnya 24 unit warga kurang mampu.

Camat Kaliwungu Nung Tubeno mengatakan, kehadiran dirinya di tengah-tengah Musrenbangdes ini untuk memberikan arahan sekaligus mengawal pelaksanaan usulan-usulan perencanaan pembangunan yang menjadi prioritas di Desa Krajankulon.
“Dari sejumlah 22 usulan prioritas itu, ada sebagian yang bisa ditangani pihak pemdes sendiri, sedangkan perealisasian sebagian yang lain tergantung pada cakupan kewenangan pemerintah kabupaten (pemkab) atau pemerintah provinsi (pemprov),” kata Nung Tubeno.

Kades Krajankulon Abdul Latif menegaskan, Pemdes Krajankulon selalu berupaya maksimal dalam melaksanakan dan merealisasikan setiap usulan warga.
“Apa yang bisa ditangani oleh pemdes, dipastikan bisa segera diwujudkan, kecuali hal itu merupakan kewenangan pemkab atau pemprov,” terang Abdul Latif.

Termasuk kesiapan dalam upaya mengembangkan dan memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mewujudkan Krajankulon sebagai Desa UMKM.
Kaur Perencanaan Desa Krajankulon Muhammad mengungkapkan, dari 22 usulan prioritas yang menjadi catatan tim perumus itu, normalisasi saluran air dan irigasi menjadi prioritas yang paling mendesak untuk direalisasikan.

“Terlebih saat ini musim penghujan, yang bisa memicu banjir,” tandas Muhammad.
Terkait hal itu, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan penyediaan jamban warga turut menjadi prioritas penanganan.

Sejauh ini, dengan jumlah warga atau penduduk yang terus bertambah, mencapai sekitar 10.400 jiwa, Desa Krajankulon juga mengalami perkembangan pesat dalam bidang UMKM, sehingga oleh pihak Pemerintah Kecamatan Kaliwungu terus didorong menjadi Desa UMKM.
Sementara desa tetangga, Kutoharjo dan Mororejo diarahkan menjadi Desa Wisata. Sedangkan Desa Karangtengah merupakan Desa Agrowisata.***