Syuting di Kota Bahari, Dedy Yon Supriyono Bintangi “Filo Kopi Sofi”

Selain Wali Kota Dedy Yon Supriyono, penggarapan film yang hampir sepenuhnya mengambil lokasi di Kota Bahari ini, juga didukung oleh sejumlah kelompok teater Kota Tegal.
Sutradara Leo Agung menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada dua pemeran utama “Filo Kopi Sofi,” Debo Andryos dan Afifah Ifanda.

REPORTER: Nasichi | EDITOR: Dwi Roma | TEGAL | obyektif.id  

WALI Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mendadak menjadi bintang film. Orang nomor satu di Kota Tegal ini “ditembak” untuk unjuk akting di film seri berjudul Filo Kopi Sofi, berperan sebagai ayah Sofi, diperankan Afifah Ifanda, artis muda kelahiran Tangerang Selatan yang belakangan sedang ramai dibicarakan di jagad sinema Indonesia. 

Film seri romance comedy yang terdiri enam episode, dan rencananya bakal tayang di platform Generation Flix (Genflix) ini juga dibintangi Debo Andryos. Bagi kawula muda, Gebo tentu bukan nama asing, karena sering muncul di layar sinetron. Di film ini, Debo berperan sebagai Filo, barista andal.

Afifah Ifanda, pemeran Sofi.

Penggarapan film yang hampir sepenuhnya mengambil lokasi di Kota Bahari ini, juga didukung oleh sejumlah kelompok teater di Kota Tegal.

Filo Kopi Sofi berkisah tentang kegigihan Sofi (Afifah Ifanda) untuk membuka usaha kedai kopi, yang akhirnya berkenalan dengan Filo (Debo Andryos), barista atau peracik kopi andal.

Debo Andryos, pemeran Filo.

Belakangan, kedekatan mereka melahirkan jalinan asmara, meski ayah Sofi (Dedy Yon Supriyono) tidak setuju, karena sudah punya calon sendiri untuk dijadikan menantunya, yaitu Yandi (Febry).

Hari pertama syuting, Ahad (2/10/2021), film yang disutradarai Leo Agung & Ikak “Story” ini mengambil beberapa lokasi, di Perumahan Grand Kraton, Alun-alun Tegal, Jalan Vetetan, dan Taman Pancasila.

M Hamka Handaru, produser Bhuana Anargya Sentosa (BAS) Production.

Kegiatan syuting diawali dengan doa bersama oleh seluruh awak film, dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh produser M Hamka Handaru yang diserahkan kepada sutradara, lalu ke pemeran utama, Debo Andryos dan Afifah Ifanda.

M Hamka Handaru, produser Bhuana Anargya Sentosa (BAS) Production mengatakan, dia sengaja memilih seting Kota Tegal, sesuai dengan latar belakang cerita yang ditulis oleh almarhum Mulyantoro.

“Selain itu, saya melihat Kota Tegal sangat potensial sekali dalam dunia seni, terutama seni akting,” jelas Hamka.

Tak hanya Filo Kopi Sofi, purnawirawan perwira TNI Angkatan Udara (AU) ini juga sedang menggarap film dokumenter, dengan cerita dan latar belakang tanah Papua.

Hamka mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, pembangunan wajah Kota Tegal sangat menarik, dengan latar belakang gedung-gedung tua yang ikonik selama ini.

“Semua itu, saya rasa bisa menyinergitaskan antara seniman lokal dengan seniman atau sineas luar daerah, untuk mempromosikan Kota Tegal dengan segala potensinya,” beber bos BAS Production, yang kerap menggarap proyek perfilman ini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *