Bupati Umi Azizah Saksikan Pemusnahan 8.000 Botol Miras

“Belajar dari India, pemerintah tidak ingin lengah, sehingga ‘tsunami’ kasus baru Covid-19 di sana terjadi di Indonesia,” jelas Bupati Umi Azizah.
Bupati Tegal Umi Azizah saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021 di Lapangan Pemda.

REPORTER: Nasichi | EDITOR: Dwi Roma | TEGAL | obyektif.id

USAI memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021 di Lapangan Pemda, Jumat (7/5/2021), Bupati Tegal Umi Azizah menyaksikan pemusnahan barang bukti 8.000 botol minuman keras (miras) yang disita dari perkara pidana ringan penjualan miras.

Pemusnahan miras dari berbagai jenis dan merek tersebut dipimpin langsung Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang dan disaksikan unsur Forkopimda Kabupaten Tegal.

Pada apel gelar pasukan, Bupati Umi Azizah membacakan sambutan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang pelaksanaan Operasi Ketupat 2021. Apel gelar pasukan tersebut merupakan pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2021 untuk mengamankan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Bupati Umi Azizah mengatakan, kebijakan pemerintah yang kembali melarang mudik Lebaran tahun ini lebih dikarenakan situasi pandemi yang belum usai.

“Belajar dari India, pemerintah tidak ingin lengah, sehingga ‘tsunami’ kasus baru Covid-19 di sana terjadi di Indonesia,” jelas Bupati Umi Azizah.

Lebih lanjut Bupati Umi Azizah mengungkapkan, ada tiga varian baru Covid-19, masing-masing dari negara Inggris, India, dan Afrika Selatan yang sudah masuk ke Indonesia.

Sementara, perayaan Lebaran berpotensi meningkatkan risiko penularan Covid-19 akibat aktivitas masyarakat yang bertambah, seperti kegiatan peribadatan, kegiatan di sentra ekonomi, objek wisata, dan kegiatan lainnya seperti halalbihalal.

Menyikapi hal tersebut, Operasi Ketupat 2021 digelar untuk mencegah penyebaran virus melalui penyekatan dan penegakan disiplin protokol kesehatan.

Pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 akan berlangsung selama 12 hari, 6-17 Mei 2021, bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di masyarakat saat merayakan Idul Fitri serta terhindar dari bahaya Covid-19.

Untuk itu, selain mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang humanis, Polri juga akan melakukan penegakan hukum secara tegas dan profesional sebagai upaya terakhir penanganan pelanggar protokol kesehatan yang sudah berulang kali, termasuk pelaku atau oknum di masyarakat yang dinilai menghambat upaya pemerintah dalam menekan penularan virus serta menyebabkan timbulnya dampak kesehatan seperti terciptanya klaster baru Covid-19.

Bupati Umi Azizah menyampaikan dukungannya pada pelaksanaan Operasi Ketupat-2021 ini.

“Kami siap mendukung mobilisasi sumber daya guna mendukung suksesnya pelaksanaan Operasi Ketupat 2021, sebagai bagian dari upaya besar bangsa ini dalam mencegah kenaikan kasus baru Covid-19 yang biasanya meningkat tajam usai libur panjang,” papar Umi Azizah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *