ACT Tegal Selamatkan Usaha Paperbag Difabel Sidamulya

Namun saat pandemi, paperbag ini tidak dapat dipasarkan. Pelanggan yang dulu membeli, kini berhenti, karena permintaan juga sedang sepi. Akibatnya, sampai saat ini sebanyak 3.000 paperbag menjadi terbengkalai, menumpuk di gudang.

REPORTER: Nasichi | EDITOR: Dwi Roma | TEGAL | obyektif.id

TIM Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tegal mendatangi kediaman Abdul Ghofur, penggagas dan Ketua Komunitas Kreasi Difabel di Desa Sidamulya, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Kamis (4/3/2021).

Abdul Ghofur (35) memiliki kelainan tulang belakang, sehingga mengalami keterbatasan dalam beraktivitas. Dia mengalami kesulitan untuk berjalan, utamanya di jalanan yang tidak rata. Untuk duduk dan berdiri pun terasa sulit bila tanpa alat bantu.

Sebelum mengalami kelainan tulang belakang, dia memunyai usaha ternak kerbau dan membentuk kelompok peternak di desanya. Jumlah kerbau yang dikelola mencapai 500 ekor. 

Seorang penyandang disabilitas sedang mengerjakan produksi paperbag di Komunitas Kreasi Difabel.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Abdul Ghofur enggan bergantung dari belas kasihan orang lain. Berbekal semangat, dia membentuk Komunitas Kreasi Difabel yang mengerjakan produksi paperbag atau kantong kertas, dengan pendampingan dari Dinas Sosial Kabupaten Tegal dan Pemerintah Desa Sidamulya.

Dalam sehari, produksi paperbag ini mencapai 20 lusin, dengan proses manual dan dikerjakan oleh 10 orang yang semuanya difabel, baik fisik maupun mental.

Menumpuk di Gudang

Namun saat pandemi, paperbag ini tidak dapat dipasarkan. Pelanggan yang dulu membeli, kini berhenti, karena permintaan juga sedang sepi. Akibatnya, sampai saat ini sebanyak 3.000 paperbag menjadi terbengkalai, menumpuk di gudang.

“Alhasil, perputaran modal terhenti, upah pekerja pun belum bisa dibayar karena paperbag belum laku terjual. Penawaran dan promosi sudah banyak dilakukan, tapi belum membawa hasil. Ada beberapa pesanan dengan desain berbeda, namun belum bisa dipenuhi, karena ketiadaan modal, selain menunggu stok lama terjual dulu,” ungkap Abdul Ghofur.

Ketua Komunitas Kreasi Difabel Abdul Ghofur dan Kepala Cabang ACT Tegal Siswartono.

Kepala Cabang ACT Tegal Siswartono mengatakan, dampak pandemi ini memang sangat luar biasa, membuat segala sektor terhambat. Salah satunya usaha paperbag kreasi difabel ini.

Paperbag cantik ramah lingkungan hasil kreasi difabel ini patut kita apresiasi. Kami dari tim ACT Tegal mengikhtiarkan modal usaha sekaligus membantunya mempromosikan produk mereka,” ujar Siswartono.

Dia mengajak semua lapisan masyarakat; perorangan, komunitas, pemerintah, maupun yang lain bersama-sama membantu sesama.

“Mari kita bantu modal usaha kepada Abdul Ghofur, untuk meningkatkan dan menstabilkan usaha sekaligus memberi motivasi untuk menguatkan Abdul Ghofur dan Tim Kreasi Difabel,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *