Kabar Gres! Plasma Konvalesen Obat Mujarab Pasien Covid-19

Plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari mantan penderita Covid-19, karena mengandung antibodi SARS-Cov-2, untuk kemudian diproses agar dapat didonorkan kepada pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis.

REPORTER: Omegantoro | EDITOR: Dwi Roma | SOLO | obyektif.id

KABAR gembira! Setelah diberikan terapi plasma konvalesen, potensi kesembuhan pasien Covid-19 cukup tinggi. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong pelaksanaan program terapi konvalesen bagi pasien Covid-19, karena ikhtiar itu menunjukkan hasil yang positif.

“Sekarang mulai banyak yang tertarik. Tentu ini berita yang menggembirakan. RSUD Moewardi sudah siap, RSUP dr Kariadi juga siap. Ini ikhtiar yang mesti terus diupayakan,” kata Ganjar Pranowo saat meninjau program terapi plasma konvalesen di RSUD Moewardi, Kota Solo, Selasa (19/1/2021).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyemangati pasien Covid-19 di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Selasa (19/1/2021).

Dalam kunjungan kerjanya, Ganjar mendapat laporan bahwa terapi plasma konvalesen sudah dilakukan terhadap 69 pasien Covid-19 dengan berbagai kategori kondisi pasien mulai sedang, berat, dan kritis itu ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan.

“Setelah diberikan terapi plasma konvalesen untuk pasien Covid-19, potensi sembuhnya cukup tinggi. Kalau yang kritis mungkin memiliki komplikasi yang lain, tapi yang menengah ke ringan potensinya sembuh tinggi. Akan terus kami dorong program ini, bekerja sama dengan rumah sakit, PMI, dan masyarakat penyintas,” ujarnya.

Ganjar juga mendorong kepada seluruh penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasmanya dalam program terapi ini, karena semakin banyak penyintas yang terlibat, maka bisa dikelola dan diaplikasikan dengan baik.

“Apalagi kata ahli, plasma itu hanya bisa diambil selama enam bulan setelah penyintas sembuh. Artinya, durasi waktu tidak lama, maka kita harus mengedukasi mereka dan mudah-mudahan berkenan mendonorkan plasmanya,” katanya.

69 Pasien

Salah satu anggota tim uji klinis plasma konvalesen RSUD Moewardi Kota Solo dr Artrien Adhiputri mengatakan bahwa sudah ada 69 pasien yang mendapat terapi plasma konvalesen.

“Hasilnya cukup baik, total yang meninggal ada 18 pasien. Itu yang kategori pasien kritis. Tapi untuk yang sedang dan berat, responsnya cukup baik,” ujarnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) mendonorkan plasma darahnya dalam pembukaan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen Covid-19 di Jakarta, Senin (18/1/2021).

Dia menyebut, untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia setelah dilakukan plasma konvalesen memang sudah dalam kondisi sangat kritis. Sedangkan pasien yang ringan, sedang sampai berat, kondisinya membaik, bahkan ada yang sudah sembuh setelah dilakukan terapi itu.

“Tapi yang harus diingat, bahwa terapi plasma ini tidak berdiri sendiri. Ini hanya terapi tambahan yang keberhasilannya tidak terlepas dari tindakan medis lainnya,” paparnya.

Artrien menambahkan, kesulitan yang dihadapi saat ini terkait dengan terapi plasma konvalesen adalah minimnya donor plasma.

Dia berharap, masyarakat yang pernah positif Covid-19 untuk sukarela melakukan donor.

Menko Perekonomian

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendonorkan darahnya di Jakarta, Senin (18/1/2021), untuk dapat diproses menjadi plasma darah konvalesen Covid-19 yang dapat digunakan sebagai pengobatan bagi pasien Covid-19.

Donor darah tersebut dilakukan Airlangga dengan disaksikan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla sesaat sebelum peluncuran Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen Covid-19, Senin (18/1/2021).

Plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari mantan penderita Covid-19, karena mengandung antibodi SARS-Cov-2, untuk kemudian plasma tersebut diproses agar dapat didonorkan kepada pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis.

Namun, Airlangga tidak pernah diketahui secara pasti kapan dirinya menderita Covid-19.

JK mengatakan kerelaan Airlangga dalam mendonorkan plasma darahnya tersebut merupakan bentuk syukur, karena telah sembuh dari infeksi Covid-19.

“Ini merupakan rasa syukur, Pak Airlangga di sini hadir untuk menyumbangkan plasmanya sebagai tanda syukur bahwa dia telah sembuh; dan sebagai tanda syukur telah sembuh. Itu maka dia menyumbangkan plasmanya kepada yang belum sembuh,” kata JK.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *