Anjing Polisi K-9 Mampu Endus Mayat Terkubur 4 Meter

Anjing Polisi Unit K-9 ternyata memiliki tingkat kecerdasan seperti intelegensia pada manusia. Anjing K-9 yang kebanyakan berasal dari Ras Belanda memiliki kekuatan navigasi yang terukur. Kecerdasan melacak target ini bukan didapat mendadak, tapi melalui proses pelatihan khusus anjing pelacak.

 

PENULIS: Budhy HP | EDITOR: Dwi Roma

Anjing Polisi K-9 dengan atribut rompinya siap jalankan perintah pelacakan. // KLIK gambar untuk menonton VIDEO-nya!

BRIPDA Sulipan dan Bripda Ricky, yang ditemui obyektif.id saat kegiatan vaksinasi rabies, pekan kemarin mengungkapkan, menjadi pelatih Anjing Polisi Unit K-9 bukan pekerjaan yang mudah, tapi juga tidak sulit dilakukan.

Di samping harus memiliki rasa sayang pada binatang, juga unsur hobi bermain dengan binatang, disertai ketekunan.

Menjadi pelatih anjing sangat berisiko: kena gigit, dicakar, kena sasaran anjing yang lagi marah, dan sebagainya.

“Modal utama jadi pelatih anjing K-9 adalah kasih sayang, sebagaimana kita menyayangi sesama. Karena anjing tergolong hewan yang sangat peka, maka apa isi hati kita mereka tahu. Jika kita sedang sedih, anjing yang dilatih juga ikut manampakkan kesedihan itu,” tutur Bripda Sulipan di tempat karantina Anjing Polisi K-9 di Temanggung.

Jika Anjing Polisi K-9 bisa menemukan narkoba yang disembunyikan atau mendeteksi bahan peledak, bahkan mencari mayat yang tertimbun dalam tanah, itu semua berkat pelatih anjing yang tekun mengajarinya.

Karena berkat merekalah anjing-anjing K-9 milik kepolisian menjadi pintar dan cerdas dalam memburu serta melacak target yang telah ditentukan polisi.

“Ketika Anjing K-9 ini ditugaskan melacak mayat tertimbun longsoran di Wonosobo, dia berhasil mengendus hingga kedalaman 4 meter,” beber Sulipan.

Tidak sembarang anjing bisa menjadi anggota Unit K-9. Semua anjing pelacak di kepolisian dari jenis ras, terutama Ras Belanda. Untuk diterima menjadi anggota Unit K-9, tentu ada proses seleksi ketat dan pelatihan khusus.

Persiapan pelacakan dilakukan dengan mengenakan rompi khusus Anjing Polisi K-9. // KLIK gambar untuk menonton VIDEO-nya!

Latihan Rutin
Untuk membentuk kemampuan dan kecerdasan Anjing K-9 dalam mengendus dan melakukan pelacakan dalam mengungkap kasus, beberapa latihan harus mereka jalani dan rutin dilakukan.

Untuk membentuk kemampuan dan kecerdasan Anjing K-9 dalam mengendus dan melakukan pelacakan dalam mengungkap kasus, beberapa latihan harus mereka jalani dan rutin dilakukan.

Untuk membentuk kemampuan dan kecerdasan Anjing K-9 dalam mengendus dan melakukan pelacakan dalam mengungkap kasus, beberapa latihan harus mereka jalani dan rutin dilakukan.

Di antaranya  melatih mereka ketaatan atau peraturan baris-berbaris (PBB). Mulai dari duduk, tiarap, hormat, dan tinggal di kandang atau keluar ke tempat bermain.

Selain itu, latihan rutin kepekaan mereka, yaitu mengenalkan indra penciuman pada zat narkotika, bahan peledak, mayat, serta materi mencari jejak lainnya yang harus dikuasai.

“Latihan seperti ini harus rutin dilakukan setiap hari, termasuk harus melatih berlari setiap hari 20 km, agar kondisi badan tetap prima dengan struktur otot yang kuat, gagah, dan tegap,” jelas Ricky, pelatih Anjing K-9 Polres Temanggung.

Agar tidak stres, Ricky menambahkan, maka Anjing K-9 juga harus sering diajak keluar kandang untuk bermain. Sedangkan untuk makanan diberikan 1 kali dalam sehari, dengan komposisi vitamin dan karbohidrat yang ditentukan.

Anjing pelacak juga tidak boleh terlalu gemuk, tapi harus standar. Sebab jika terlalu gemuk mudah mengalami penyakit jantung. Secara berkala, Anjing K-9 juga dicek kesehatannya oleh dokter yang kompeten serta disuntik vaksin rabies.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *