Ada Becak Yogyakarta di Museum Rusia

Museum Ketimuran The State Museum of Oriental Art di Moskow, Rusia mendapat becak dari Yogyakarta, menambah koleksi museum tersebut.

REPORTER/EDITOR: Dwi Roma

BECAK koleksi museum diserahkan Dubes RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi kepada Direktur Jenderal The State Museum of Oriental Art Aleksander Sedov di Museum Ketimuran, akhir bulan lalu.

Acara penyerahan berlangsung di Museum Ketimuran dihadiri Wakil Kepala Perwakilan RI Azis Nurwahyudi dan bidang Pensosbud KBRI Moskow, serta jajaran Museum, termasuk Penasihat Direktur Jenderal Museum Tatyana Metaksa.

Untuk sementara waktu becak disimpan di KBRI Moskow untuk diperbaiki. Penyerahan tertunda juga karena dampak pandemi Covid-19.

Aleksander Sedov menyampaikan apresiasi kepada KBRI Moskow, Gubernur DI Yogyakarta, dan bangsa Indonesia atas pemberian hibah becak yang menambah koleksi museum.

Benda-benda seni budaya Indonesia sangat menarik dan menjadi salah satu perhatian para pengunjung. Banyak juga koleksi benda Indonesia yang diperoleh Museum sebagai hibah.

Para staf museum yang baru kali pertama melihat becak, sangat tertarik dan dinilai unik dan antik. Bahkan seorang staf Museum menaiki becak, mengayuhnya, dan membawa Tatyana Metaksa duduk di bagian depan becak.

Dubes Wahid mengatakan, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkenal dengan becaknya. Becak tidak hanya sebagai sarana transportasi tradisional, tapi memiliki sejarah panjang, dan becak jadi objek pariwisata Yogyakarta.

Dikatakannya, becak menjadi simbol persahabatan Indonesia-Rusia. “Tahun ini, Indonesia dan Rusia merayakan 70 tahun hubungan diplomatik dan merayakan HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia,” kata Dubes M Wahid Supriyadi, yang mengakhiri masa tugasnya di Moskow pada akhir Juli lalu.

Museum Tertua

Museum Ketimuran merupakan museum tertua di Rusia yang didirikan tahun 1918. Di museum ini terdapat ruangan khusus memamerkan benda-benda seni budaya Indonesia, seperti keris, kain dari beberapa daerah Indonesia, topeng, patung, dan lainnya.

Benda-benda tersebut kebanyakan sumbangan dari warga Rusia yang pernah ke Indonesia, seperti wayang kulit dari Kliment Voroshilov yang ke Indonesia tahun 1957. Terdapat juga keris Jawa dibuat tahun 1825 pada saat Perang Diponegoro.

Dalam empat tahun terakhir, museum memperoleh berbagai koleksi baru benda seni budaya Indonesia, seperti gitar bermotif batik, tempat minum kopi dari bambu asal Kebumen, dan Batik Pekalongan.

Dubes Wahid berharap, budaya Indonesia dapat semakin dikenal oleh warga Rusia. Kunjungan ke museum merupakan tradisi kuat warga Rusia. Tahun 2019, Museum Ketimuran dikunjungi sekitar 200 ribu pengunjung.***

2 thoughts on “Ada Becak Yogyakarta di Museum Rusia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *